Day 113: Matryoshka

1

Matryoshka, boneka khas Rusia yang dapat diisi dengan boneka-boneka lebih kecil. Diambil dari nama "Matryona", yang merupakan nama dari seorang wanita yang bertubuh gemuk. (Sumber: Tante Wikipedia)

Oleh-oleh dari Laura -dan beberapa keping rubel- yang udah 6 tahun menimba ilmu di Rusia. Thanks, @laura_gracefull!! :)

 

Day 112: 2nd Day Of InterMusic Java Rockin' Land 2010

Setelah mendapat tiket di menit injury time, akhirnya saya, nyonya dan seorang teman pun jadi berangkat ke Java Rockin' Land 2010 hari kedua yang digelar pada hari Sabtu, 9 Oktober 2010, di Pantai Karnaval Ancol.
Sampai di sana sekitar pukul 18.00 wib, sedikit mengabaikan performa Slank di panggung utama, saya langsung menuju ke DeMajors Propaganda stage untuk menonton Anda with The Joints (keyboardist-nya teman saya, Jepe). Sayangnya, karena terlambat, saya hanya sempat mendengar lagu Biru, dan Pusaran yang dijadikan Anda sebagai lagu penutup.
Sempat mengisi perut dengan hamburger, kami memutuskan untuk mengambil tempat paling depan di panggung Dashboard Confessional yang masih kosong. Tak berapa lama, personil Dashboard Confessional pun membuka pertunjukan dengan lagu Don't Wait. Satu jam mereka menghibur penonton. Sayangnya, live-nya jelek sekali. Interaksi Chris Carrabba ke penonton pun hampir tidak ada.
Selesai Dashboard Confessional manggung, Arkarna memulai pertunjukan di panggung sebelah. Band yang menemani tumbuh kembang saya di pertengahan tahun 90-an ini tampil di atas ekspektasi siapapun. Sang vokalis, Ollie Jacobs, tampil sangat prima dan enerjik, membuat penonton bersemangat bergoyang, berdendang dan bertepuk tangan. Outstanding!!
Antusiasme penonton yang di luar dugaan pun membuat Ollie mengucapkan "You guys are so amazing" berkali-kali. 'Sihir' Arkarna seakan berjalan begitu singkat. Waktu satu setengah jam rasanya tidak cukup bagi Arkarna dan penonton untuk berpesta. Kalau tau bakal begini, saya akan mengambil tempat paling depan dan memilih berdiri di bagian belakang saat menonton Dashboard Confessional! Huh!
Setelah menutup konser dengan lagu andalan mereka, So Little Time, Arkarna pamit dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Mereka terlihat terharu, berpelukan dengan senyum bahagia. Nice one, Arkarna! Very nice.
Sebenarnya selesai perform Arkarna, saya ingin lanjut menonton Stereophonics. Tetapi karena nyonya dan teman saya tidak tahu band ini, saya mengalah dan mengiyakan ajakan mereka ke panggung Kikan and Female Stars (Tribute to The Cranberries & Alanis Morissette). Kikan dengan personil band wanitanya cukup apik membawakan lagu-lagu The Cranberries dan Alanis Morissette, lagi-lagi membuat saya serasa kembali ke tahun 90-an.
Kelar Kikan and Female Stars, kami pun memutuskan pulang. Untungnya, saat melewati panggung Stereophonics, mereka sedang membawakan 'Dakota'. Lagu mereka yang paling saya suka pun sempat saya dengar langsung!! Kewl!

Overall, me and everybody had really really great Saturday night!!


(download)

Day 111: Kaka-nya Ulujami FC

Ulujami

AC Milan sempat memiliki pemain bernomor punggung 22 yang sangat disegani. Ricardo Kaka. Seorang gelandang serang yang komplit. Visinya bagus, mempunyai dribble yang sangat baik dan umpan-umpan yang akurat. Hasilnya, banyak gelar yang direngkuh Kaka bersama AC Milan dalam kurun waktu 2003-2009.

Bisa jadi pria ini Kaka-nya Ulujami FC (tim sepakbola kelurahan di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan). Sang pengatur serangan tim yang disegani kawan maupun lawan. Siapa yang tahu.

Day 110: Stars

Stars

Maybe our stars are unanimously tired.

Day 109: Poster Pahlawan Nasional

Pahlawan

Dari pagi tadi, hingga siang yang terik, saya sibuk keluar dari pasar yang satu ke pasar yang lain, dari toko yang satu ke toko yang lain untuk mencari poster pahlawan nasional ini. Saya tidak ingin melebih-lebihkan. Mulai dari pasar PAL Depok, Pasar Depok, Depok Town Square, ITC Depok dan barel UI saya telusuri, tapi hasilnya nihil. Akhirnya poster pahlawan ini saya dapatkan di stasiun kereta Pasar Minggu.
Kenapa ya poster pahlawan nasioal semakin sulit dicari? Dulu -saat masih sekolah- gampang sekali, dijual hampir di semua toko alat-alat tulis. Mungkin sekarang sudah jarang sekali yang membeli.
Menyedihkan. Pahlawan tampaknya semakin dilupakan.

 

Day 108: Intan & Bonnik Wedding

Dsc03179

Pernikahan Bernard Bonnik Manoe & Ledy Marintan Simanjuntak. Bandung, 31 Juli 2010.

Akhirnya ada sepupu yang menikah! Ya.. ini merupakan pernikahan pertama generasi kami, generasi anak-anak dari ibu saya dan saudara kandungnya. Mempelai wanita, Ledy Marintan Simanjuntak merupakan anak dari adik perempuan ibu saya.
Acara dimulai dengan pemberkatan pernikahan yang dilakukan di Gereja GPIB Maranatha Bandung. Pemberkatan pernikahan berlangsung sakral dan lancar. Kedua pasangan saling mengucap janji untuk setia dan saling menerima satu sama lain, baik suka maupun duka, untung maupun malang.
Selesai pemberkatan, kedua mempelai, keluarga dan kerabat langsung meluncur ke gedung resepsi (Auditorium Geologi ITB). Saat kedua mempelai berjalan memasuki gedung resepsi menuju pelaminan, terdengar lantunan lagu Bryan Adams - I'll Always Be Right There (saya sudah menebak, Kak Intan sangat suka lagu ini). Sungguh Manis.
Selamat menempuh hidup baru, Kak Intan & Bang Bonnik. Semoga selalu diberkati, menjadi pasangan abadi dalam suka dan duka sampai maut memisahkan, selalu hidup dalam persekutuan dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai kepala rumah tangga. Amin.

Buat yang lain (Kak Evi, Bang Deddy, Bang Robby, Bang Agus, Kak Vanny), kapan menyusul? :)

 

Day 107: Maneki Neko a.k.a Kucing Keberuntungan

Lucky_cat

Menurut penuturan Tante Wiki, pajangan berbentuk kucing yang terbuat dari porselen atau keramik ini aslinya berasal dari Jepang, dan biasa dipajang di toko, restoran, dan tempat-tempat usaha lainnya.
Kalau di sini (baca: Endonesa), patung kucing keberuntungan ini biasa ditempatkan di depan toko atau rumah milik orang Cina. Patung ini dipercaya dapat membawa keberuntungan, kesuksesan dan menarik pelanggan serta membawa kebahagiaan di rumah. Jika kaki depan (tangan) kanan yang terangkat (ada juga yang naik turun) dipercaya membawa keberuntungan dan uang akan segera datang. Sedangkan bila sebelah kiri, dipercaya dapat menarik pelanggan.
Mengenai efek positif yang dibawa patung kucing ini, kita semua boleh percaya, boleh tidak. Pernah suatu kali, saat natal tahun lalu, kalau tidak salah, ibu saya ditawari sesuatu untuk diberikan sebagai hadiah natal oleh toko langganan beliau. Ibu saya -yang juga menyukai ilmu kuno Cina (terutama Feng Shui)- dengan setengah bercanda meminta patung kucing keberuntungan toko itu. Jawabannya pun dapat ditebak, pemilik toko tersebut menolak dengan halus.
Ternyata patung itu cukup berarti buat pemilik toko itu. Lihat saja, suatu saat patung itu akan jatuh ke tangan ibuku.. huahahahaha! *muka bengis, kemudian tertawa menggelegar*
Lah, kok jadi kaya sinetron??

Day 106: Jangan Pernah Merasa Menjadi Orang Penting

C

Ketika mengantar teman yang sedang sakit (dan akhirnya doi positif demam berdarah, cepat sembuh Amex!), saya sempat melihat-lihat ke ruangan ibu dan anak. Ada pajangan yang di dalam bingkainya terdapat sepasang tangan dan kaki kecil tiruan. Di bawahnya tertera kutipan Agung Laksono (mungkin ini Agung Laksono yang pada periode 2004-2009 lalu menjadi Ketua DPR, dan sekarang menjadi Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat): "Ingatlah, Nak. Jangan pernah merasa menjadi orang penting dalam hidup ini."

Tidak. Untuk saat ini saya belum berkeinginan punya anak.

 

Day 105: JP Millenix

A

Masih cerita soal Dunia Fana tempo hari. Pada hari yang sama, kontestan Indonesia Mencari Bakat juga jalan-jalan di Dufan.
Sebelumnya hanya tiga alasan saya menyalakan televisi: berita, pertandingan sepakbola dan film luar yang bagus (Saya jarang sekali menonton televisi. Tahu sendiri produk televisi kebanyakan seperti apa). Tetapi ada program yang mulai menarik perhatian saya. Indonesia Mencari Bakat (IMB) yang ditayangkan di saluran Milik Kita Bersama. Konsep acaranya bagus: Nusantara. Menampilkan bakat-bakat pilihan dari berbagai daerah di Indonesia.
Saya baru mengikuti acara ini dua minggu yang lalu, gara-gara melihat performance anak kecil ini. JP Millenix. Seorang drummer cilik, cewek lagi. Masih kecil tapi permainannya oke banjet. Skill-nya diatas rata-rata. Di IMB minggu lalu, drum style-nya rock abis. Keren! Permainannya mirip banget dengan Mike Portnoy (Dream Theater) yang diidolakannya. Lars Ulrich (Metallica) juga salah satu inspirasinya.
JP Millenix juga tidak melupakan satu aspek penting lain: menikmati permainan. Sepanjang aksinya, dia kelihatan enjoy dan selalu tersenyum. Benar-benar seorang yang berjiwa entertainer.
Minggu ini posisi JP Millenix masih aman, berarti saya masih bisa melihat aksinya di minggu-minggu berikutnya, sampai babak final, mungkin. Hehee.. Go JP Millenix!!

 

Day 104: Dunia Fana

Seingat saya, sudah dua tahun saya tidak mengunjungi tempat ini. Kalau tidak salah, waktu itu diajak teman untuk menemaninya dan (mantan) pacarnya yang datang dari Solo. Sudah lama sekali memang!

Dan senin kemarin akhirnya saya bisa kembali ke sini, bersama Nyonya dan beberapa teman. Walaupun hari Senin, pengunjung tempat hiburan ini ramainya sudah seperti akhir pekan saja. Saya tidak heran, hari itu hari terakhir diskon tiket setengah harga, dan banyak orang (oke.. termasuk saya!) ingin memperoleh kesempatan menaiki berbagai wahana pemicu adrenalin ini dengan hanya setengah harga tiket biasa. Yaa.. namanya saja Indonesia. Di mana ada potongan harga, di situ ada kerumunan warga. Hehee..

Sayangnya karena terlalu ramai, kami tidak bisa menaiki semua wahana yang ada di sini. Tapi untungnya semua wahana utama (Kora-Kora, Tornado dan Kicir-Kicir. Halilintar sedang dalam perbaikan) sempat kami naiki. Antrian yang paling panjang? Wahana Tornado. Kami menunggu hingga satu setengah jam!

Hari yang melelahkan. Capek, tapi seru!

 

(download)

About

I'm just trying to capture a minute part of reality and telling my own story.